Selasa, 11 Agustus 2015

[043] Az Zukhruf Ayat 029

««•»»
[043] Az Zukhruf Ayat 029
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 28][AYAT 30]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
29of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=29&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:29

[043] Az Zukhruf Ayat 028

««•»»
Surah Az Zukhruf 28

وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
««•»»
waja'alahaa kalimatan baaqiyatan fii 'aqibihi la'allahum yarji'uuna
««•»»
Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu {1356}.
{1356} Maksudnya: Nabi Ibrahim a.s. menjadikan kalimat tauhid sebagai pegangan bagi keturunannya sehingga kalau terdapat di antara mereka yang mempersekutukan Tuhan agar mereka kembali kepada tauhid itu.
««•»»
And He made it[1] a lasting word among his posterity so that they may come back [to the right path].
[1] That is, the word of tawḥīd, ‘There is no god except Allah,’ the monotheistic creed of Abraham, or, in accordance with the traditions of the Imams Muḥammad al-Bāqir and Jaʿfar al-Ṣādiq (ʿa) Abraham’s imamate (cf. 2:124; Tafsīr al-Ṣāfī, Majmaʿ al-Bayān).
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Ibrahim as menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal agar penduduk Mekah dapat menyadarinya, lalu meninggalkan agama nenek moyangnya yang sesat dan mengikuti agama tauhid yang dianut nenek moyang mereka yang tidak sesat yaitu Ibrahim as apalagi jika mereka mengingat bahwa Nabi Ibrahimlah kebanggaan mereka yang membangun Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam, umat tauhid sedunia.

Berkata Qatadah: "Dari keturunan Ibrahim itu senantiasa ada yang menyembah Allah sampal Hari Kiamat".

Berkata Ibnu Araby: "Bahwasanya keturunan Ibrahim itu dapat bersambung turun-temurun beragama tauhid karena doa-doanya yang telah diperkenankan oleh Allah SWT,

pertama:
إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ
Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia." Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janjiku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim.
(QS. Al Baqarah [2]:124)

dan ke·dua:
وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.
(QS. Ibrahim [14]:35)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Ibrahim menjadikannya) kalimat tauhid, yang tersimpul dari perkataannya, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku..."
(Q.S. Ash shaffat [37]: 99).
(sebagai kalimat yang kekal pada keturunannya) pada anak cucunya, maka tetap akan ada orang-orang yang mengesakan Allah di antara keturunannya itu (supaya mereka) penduduk Mekah (kembali) meninggalkan apa yang biasa mereka lakukan, yaitu menyembah berhala, kemudian memeluk agama bapak moyang mereka, yakni Nabi Ibrahim.
««•»»
And he made it, namely, the statement of the affirmation of [God’s] Oneness, understood from his words, I shall indeed depart to my Lord; He will guide me.
[Q. 37:99],
a word enduring among his posterity, his descendants, and thus there still remains among them those who affirm the Oneness of [God]; that perhaps they, that is, the people of Mecca, might recant, what they follow [and return] to the religion of their forefather Abraham.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 27][AYAT 29]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
28of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=28&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:28

[043] Az Zukhruf Ayat 027

««•»»
Surah Az Zukhruf 27

إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ
««•»»
illaa alladzii fatharanii fa-innahu sayahdiini
««•»»
Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".
««•»»
excepting Him who originated me; indeed He will guide me.’
««•»»

Dalam ayat ini Ibrahim as menegaskan pendiriannya setelah dia berlepas dari bapak dan kaumnya, bahwa dia hanya menyembah Allah SWT yang menciptakannya dan yang menciptakan manusia semuanya. Dia-lah yang akan menunjukkan jalan yang baik dan benar yang akan membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia-lah yang menyediakan dan memberi makan dan minum, menyembuhkan orang-orang Sakit, Tuhan yang mematikan dan menghidupkan, Tuhan yang diharapkan mengampuni dosa di akhirat kelak. Penegasan Nabi Ibrahim as diabadikan di dalam Alquran,

sebagaimana firman Allah SWT:
الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ  •  وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ  •  وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ  •  وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ  •  وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ
(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhan-ku, Yang Dia memberi makan dan minuman kepadaku, dan apabila aku sakit Dia-lah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian menghidupkan aku (kembali), dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada Hari Kiamat."
(QS. Asy Syuura [43]:78-82)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tetapi aku menyembah Tuhan Yang menjadikanku) menyembah Allah yang telah menciptakan aku (karena sesungguhnya Dia akan memberi taufik kepadaku") artinya Dia pasti membimbingku kepada agama-Nya.
««•»»
except Him Who originated, created, me; for He will indeed guide me’, He will show me the way to His religion.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 26][AYAT 28]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
27of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=27&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:27

[043] Az Zukhruf Ayat 026

««•»»
Surah Az Zukhruf 26

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ
««•»»
wa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi waqawmihi innanii baraaun mimmaa ta'buduuna
««•»»
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya {1354) dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah {1355),
{1354) Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi (bapaknya) ialah pamannya.
{1355) Maksudnya: Nabi Ibrahim a.s. tidak menyembah berhala-berhala yang disembah kaumnya.
««•»»
When Abraham said to his father and his people, ‘I repudiate what you worship,
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Muhammad supaya dia memperingatkan kaumnya yang fanatik kepada nenek moyangnya bahwa Nabi Ibrahim telah berlepas diri dari bapak dan kaumnya ketika dia melihat mereka tekun dan bersungguh-sungguh menyembah berhala karena yang demikian itu adalah satu hal yang tidak pantas dan membawa kepada kesesalan,

sebagaimana firman Allah SWT:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kaummu dalam kesesatan yang nyata.
(QS. Al An'am [6]:74)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan) ingatlah (ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab) atau berlepas diri (terhadap apa yang kalian sembah.)
««•»»
And, mention, when Abraham said to his father and his people, ‘Surely I am innocent of that which you worship,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:26

[043] Az Zukhruf Ayat 025

««•»»
Surah Az Zukhruf 25

فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
««•»»
faintaqamnaa minhum faunzhur kayfa kaana 'aaqibatu almukadzdzibiina
««•»»
Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.
««•»»
Thereupon We took vengeance on them; so observe how was the fate of the deniers.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang tetap membangkang dan senantiasa mendustakan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka dan mengingkari ketuhanan Allah SWT, akan dibinasakan sebagai akibat dan kesudahan dari perbuatan mereka yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah; kiranya hal itu dapat disaksikan dan menjadi iktibar,

sesuai dengan firman Nya:
فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rasul-rasul).
(QS. An Nahl [16]:36)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka Kami binasakan mereka) orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelum kamu itu (maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu)
««•»»
So We took vengeance on them, that is to say, on those who denied the messengers before you; behold then how was the sequel for the deniers.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:25

Sabtu, 27 Juni 2015

[043] Az Zukhruf Ayat 024

««•»»
Surah Az Zukhruf 24

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدَى مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
««•»»
qaala awa law ji/tukum bi-ahdaa mimmaa wajadtum 'alayhi aabaa-akum qaaluu innaa bimaa ursiltum bihi kaafiruuna
««•»»
(Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya."
««•»»
He would say, ‘What! Even if I bring you a better guidance than what you found your fathers following?!’ They would say, ‘We indeed disbelieve in what you are sent with.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw menghimbau kaumnya dengan ucapan: "Apakah kamu masih tetap mengikuti jejak nenek moyang kamu, sekalipun aku membawa untukmu suatu agama yang nyata dan lebih baik daripada apa yang telah dianut oleh nenek moyangmu itu? Kaumnya menjawab dengan sombongnya bahwa mereka akan tetap mengikuti jejak nenek moyang mereka dan tidak akan mengikuti agama yang dibawanya, yakni agama yang ditugaskan kepadanya untuk menyampaikannya, dan mereka tetap akan mengingkarinya,

sebagaimana firman Allah SWT:
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
Orang-orang yang menyombongkan diri itu berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.
(QS. Al A'raaf [7]:76)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Rasul itu berkata) kepada mereka, ("Apakah) kalian akan mengikutinya juga (sekalipun aku membawa untuk kalian agama yang lebih nyata memberi petunjuk daripada apa yang kalian dapati bapak-bapak kalian menganutnya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami terhadap agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya) yaitu yang disampaikan oleh kamu dan oleh rasul-rasul yang sebelum kamu (adalah orang-orang yang ingkar") maka Allah berfirman seraya mengancam mereka melalui firman selanjutnya:
««•»»
Say, to them: ‘What! Will you follow them, even if I bring you a better [means to] guidance than what you found your fathers following?’ They say, ‘Lo! we disbelieve in what you, and those before you, are sent with’. God, exalted be He, says to them, as a threat to them:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:24

[043] Az Zukhruf Ayat 023

««•»»
Surah Az Zukhruf 23

وَكَذَلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ
««•»»
wakadzaalika maa arsalnaa min qablika fii qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuhaa innaa wajadnaa aabaa-anaa 'alaa ummatin wa-innaa 'alaa aatsaarihim muqtaduuna
««•»»
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".
««•»»
And so it has been that We did not send any warner to a town before you, without its affluent ones saying, ‘We found our fathers following a creed and we are indeed following in their footsteps.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menghibur Nabi Muhammad saw Dia menjelaskan bahwa tidak seorang Rasulpun yang diutus ke suatu negeri sebelum Muhammad mendapat sambutan dengan kata-kata yang menyenangkan hati mereka semua mendapat jawaban yang tidak enak didengar dan sangat, menjengkelkan hati. Sikap yang demikian berasal dari orang-orang yang hidup mewah, sombong dan angkuh. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapatkan bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak mereka". Jadi, kalau Muhammad mendapat jawaban seperti itu tidak perlu gusar dan merasa sesak dada. Apa yang dikatakan kepadanya telah dikatakan pula kepada Rasul-rasul sebelumnya,

sebagaimana firman Allah SWT:
مَا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasul-rasul sebelum kamu.
(QS. Fushshilat [41]:43)

Begitu pula kalau dikatakan bahwa dia tukang sihir, atau gila oleh kaumnya itupun karena Rasul-rasul sebelumnya telah dikatakan seperti itu juga oleh kaumnya,

sebagaimana firman Allah SWT:
كَذَلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ
Demikianlah, tidak seorang Rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila.
(QS. Adz Dzariyaat [51]:52)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demikianlah Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata) yakni mereka yang bergelimang di dalam kemewahan hidup pasti mengatakan sebagaimana apa yang telah dikatakan oleh kaummu, ("Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama) suatu tuntunan (dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka") mengikuti jejak-jejak mereka.
««•»»
And thus We never sent a warner before you into any city without that its affluent folk, those of comfortable means, said, the like of what your people say: ‘Lo! we found our fathers following a [certain] creed and [so] we are indeed following in their footsteps’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:23