««•»»وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ تُخْرَجُونَ
««•»»
waalladzii nazzala mina alssamaa-i maa-an biqadarin fa-ansyarnaa bihi baldatan maytan kadzaalika tukhrajuuna
««•»»
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
««•»»
and who sent down water from the sky in a measured manner, and We revived with it a dead country. (Likewise you [too] shall be raised [from the dead].)
««•»»
Allah SWT, menerangkan dalam ayat ini bahwa Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit sesuai dengan keperluan untuk menghidup suburkan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan.
Dia menurunkan hujan tidak lebih dari yang diperlukan sehingga melimpah-limpah melampaui batas dan akhirnya menjadi bala bencana, seperti halnya air bah yang merusak dan membinasakan, dan tidak pula terlalu sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan untuk kesuburan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang menyebabkan kering dan layu, dan mengakibatkan timbulnya bencana kelaparan yang menimpa makhluk Allah di mana-mana.
Dengan turunnya hujan dari langit itu sesuai dengan kadar yang diperlukan, maka hidup dan makmurlah negeri yang telah mati yang tak mempunyai tanam-tanaman dan pohon pohonan.
Sebagaimana Allah SWT kuasa menghidupkan negeri yang telah mati itu, begitu pula Dia kuasa menghidupkan dan mengeluarkan orang-orang mati itu dari kubur mereka dalam keadaan hidup,
sebagaimana firman Allah SWT:
وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا
Dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
(QS. Ar Ruum [30]:24)
Dan firman-Nya:
وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا كَذَلِكَ النُّشُورُ
Artinya:
Dan Kami halau awan itu ke satu negeri yang mati lalu Kami hidupkan setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu."
(QS. Faathir [35]:9)
Dan firman-Nya pula:
أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى
Bukanlah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al Qiyamah [75]:40).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar) yang diperlukan oleh kalian, dan Dia tidak menurunkannya dalam bentuk hujan yang sangat besar yang disertai dengan angin topan (lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah) sebagaimana cara menghidupkan itulah (kalian akan dikeluarkan) dari dalam kubur kalian lalu kalian menjadi hidup kembali.
««•»»
and Who sent down water from the heaven in measure, that is to say, in the measure that you require thereof and did not send it down in a deluge, and We revived with it a dead land. Thus — like this revivification — will you be brought forth, from your graves, alive;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 10]•[AYAT 12]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#43:11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar