
««•»»
Surah Az Zukhruf 28
وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
««•»»
waja'alahaa kalimatan baaqiyatan fii 'aqibihi la'allahum yarji'uuna
««•»»
Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu
{1356}.
{1356} Maksudnya: Nabi Ibrahim a.s. menjadikan kalimat tauhid sebagai pegangan bagi keturunannya sehingga kalau terdapat di antara mereka yang mempersekutukan Tuhan agar mereka kembali kepada tauhid itu.
««•»»
And He made it
[1] a lasting word among his posterity so that they may come back [to the right path].
[1] That is, the word of tawḥīd, ‘There is no god except Allah,’ the monotheistic creed of Abraham, or, in accordance with the traditions of the Imams Muḥammad al-Bāqir and Jaʿfar al-Ṣādiq (ʿa) Abraham’s imamate (cf. 2:124; Tafsīr al-Ṣāfī, Majmaʿ al-Bayān).
««•»»
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Ibrahim as menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal agar penduduk Mekah dapat menyadarinya, lalu meninggalkan agama nenek moyangnya yang sesat dan mengikuti agama tauhid yang dianut nenek moyang mereka yang tidak sesat yaitu Ibrahim as apalagi jika mereka mengingat bahwa Nabi Ibrahimlah kebanggaan mereka yang membangun Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam, umat tauhid sedunia.
Berkata Qatadah: "Dari keturunan Ibrahim itu senantiasa ada yang menyembah Allah sampal Hari Kiamat".
Berkata Ibnu Araby: "Bahwasanya keturunan Ibrahim itu dapat bersambung turun-temurun beragama tauhid karena doa-doanya yang telah diperkenankan oleh Allah SWT,
pertama:
إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ
Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia." Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janjiku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim.
(QS. Al Baqarah [2]:124)
dan ke·dua:
وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.
(QS. Ibrahim [14]:35)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan Ibrahim menjadikannya) kalimat tauhid, yang tersimpul dari perkataannya, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku..."
(Q.S. Ash shaffat [37]: 99).
(sebagai kalimat yang kekal pada keturunannya) pada anak cucunya, maka tetap akan ada orang-orang yang mengesakan Allah di antara keturunannya itu (supaya mereka) penduduk Mekah (kembali) meninggalkan apa yang biasa mereka lakukan, yaitu menyembah berhala, kemudian memeluk agama bapak moyang mereka, yakni Nabi Ibrahim.
««•»»
And he made it, namely, the statement of the affirmation of [God’s] Oneness, understood from his words, I shall indeed depart to my Lord; He will guide me.
[Q. 37:99],
a word enduring among his posterity, his descendants, and thus there still remains among them those who affirm the Oneness of [God]; that perhaps they, that is, the people of Mecca, might recant, what they follow [and return] to the religion of their forefather Abraham.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 27]•[AYAT 29]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
28of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=28&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#43:28