Sabtu, 27 Juni 2015

[043] Az Zukhruf Ayat 024

««•»»
Surah Az Zukhruf 24

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدَى مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
««•»»
qaala awa law ji/tukum bi-ahdaa mimmaa wajadtum 'alayhi aabaa-akum qaaluu innaa bimaa ursiltum bihi kaafiruuna
««•»»
(Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya."
««•»»
He would say, ‘What! Even if I bring you a better guidance than what you found your fathers following?!’ They would say, ‘We indeed disbelieve in what you are sent with.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw menghimbau kaumnya dengan ucapan: "Apakah kamu masih tetap mengikuti jejak nenek moyang kamu, sekalipun aku membawa untukmu suatu agama yang nyata dan lebih baik daripada apa yang telah dianut oleh nenek moyangmu itu? Kaumnya menjawab dengan sombongnya bahwa mereka akan tetap mengikuti jejak nenek moyang mereka dan tidak akan mengikuti agama yang dibawanya, yakni agama yang ditugaskan kepadanya untuk menyampaikannya, dan mereka tetap akan mengingkarinya,

sebagaimana firman Allah SWT:
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
Orang-orang yang menyombongkan diri itu berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.
(QS. Al A'raaf [7]:76)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Rasul itu berkata) kepada mereka, ("Apakah) kalian akan mengikutinya juga (sekalipun aku membawa untuk kalian agama yang lebih nyata memberi petunjuk daripada apa yang kalian dapati bapak-bapak kalian menganutnya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami terhadap agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya) yaitu yang disampaikan oleh kamu dan oleh rasul-rasul yang sebelum kamu (adalah orang-orang yang ingkar") maka Allah berfirman seraya mengancam mereka melalui firman selanjutnya:
««•»»
Say, to them: ‘What! Will you follow them, even if I bring you a better [means to] guidance than what you found your fathers following?’ They say, ‘Lo! we disbelieve in what you, and those before you, are sent with’. God, exalted be He, says to them, as a threat to them:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 23]•[AYAT 25]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:24

[043] Az Zukhruf Ayat 023

««•»»
Surah Az Zukhruf 23

وَكَذَلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ
««•»»
wakadzaalika maa arsalnaa min qablika fii qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuhaa innaa wajadnaa aabaa-anaa 'alaa ummatin wa-innaa 'alaa aatsaarihim muqtaduuna
««•»»
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".
««•»»
And so it has been that We did not send any warner to a town before you, without its affluent ones saying, ‘We found our fathers following a creed and we are indeed following in their footsteps.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menghibur Nabi Muhammad saw Dia menjelaskan bahwa tidak seorang Rasulpun yang diutus ke suatu negeri sebelum Muhammad mendapat sambutan dengan kata-kata yang menyenangkan hati mereka semua mendapat jawaban yang tidak enak didengar dan sangat, menjengkelkan hati. Sikap yang demikian berasal dari orang-orang yang hidup mewah, sombong dan angkuh. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapatkan bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak mereka". Jadi, kalau Muhammad mendapat jawaban seperti itu tidak perlu gusar dan merasa sesak dada. Apa yang dikatakan kepadanya telah dikatakan pula kepada Rasul-rasul sebelumnya,

sebagaimana firman Allah SWT:
مَا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasul-rasul sebelum kamu.
(QS. Fushshilat [41]:43)

Begitu pula kalau dikatakan bahwa dia tukang sihir, atau gila oleh kaumnya itupun karena Rasul-rasul sebelumnya telah dikatakan seperti itu juga oleh kaumnya,

sebagaimana firman Allah SWT:
كَذَلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ
Demikianlah, tidak seorang Rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila.
(QS. Adz Dzariyaat [51]:52)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demikianlah Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata) yakni mereka yang bergelimang di dalam kemewahan hidup pasti mengatakan sebagaimana apa yang telah dikatakan oleh kaummu, ("Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama) suatu tuntunan (dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka") mengikuti jejak-jejak mereka.
««•»»
And thus We never sent a warner before you into any city without that its affluent folk, those of comfortable means, said, the like of what your people say: ‘Lo! we found our fathers following a [certain] creed and [so] we are indeed following in their footsteps’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 22]•[AYAT 24]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:23

[043] Az Zukhruf Ayat 022

««•»»
Surah Az Zukhruf 22

بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
««•»»
bal qaaluu innaa wajadnaa aabaa-anaa 'alaa ummatin wa-innaa 'alaa aatsaarihim muhtaduuna
««•»»
Bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka".
««•»»
Rather they say, ‘We found our fathers following a creed, and we are indeed guided in their footsteps.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang disangka sebagai alasan untuk mempersekutukan Allah, sama sekali tidak benar, dan tidak mempunyai alasan yang dapat diandalkan. Mereka semata-mata hanya bertaklid mengikuti dan berpegang teguh kepada apa yang telah dilakukan dan diperbuat oleh nenek moyang mereka karena mereka yakin bahwa nenek moyang mereka itu berpengetahuan luas, berpengertian mantap dan tidak akan menyesatkan orang-orang yang mengikutinya, malah akan mendapat petunjuk. Mereka memutar balikkan keadaan. Mereka sebenarnya sesat, tidak mendapat petunjuk,

sebagaimana firman Allah SWT:
قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
(QS. Al An'am [6]:140)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bahkan mereka berkata, `Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama) yang diyakininya (dan sesungguhnya kami) berjalan atau mengikuti (jejak-jejak mereka sebagai petunjuk kami`)" dan bapak-bapak kami itu menyembah selain Allah.
««•»»
Nay, but they say, ‘Lo! we found our fathers following a [certain] creed and we are indeed, proceeding, in their footsteps to be guided’, by them, for they used to worship other than God.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 21]•[AYAT 23]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:22

[043] Az Zukhruf Ayat 021

««•»»
Surah Az Zukhruf 21

أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِ فَهُمْ بِهِ مُسْتَمْسِكُونَ
««•»»
am aataynaahum kitaaban min qablihi fahum bihi mustamsikuuna
««•»»
Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Al Qur'an, lalu mereka berpegang dengan kitab itu?
««•»»
Did We give them a Book before this, so that they are holding fast to it?
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menambahkan penjelasan di dalam rangka penolakan-Nya terhadap anggapan orang-orang musyrik bahwa mereka menyembah malaikat adalah kehendak Allah, dengan firman-Nya: "Apakah memang pernah kami memberikan kepada mereka sebuah kitab sebelum Alquran, lalu mereka berpegang teguh kepada kitab itu? Tidak, sama sekali tidak. Pendirian mereka itu hanya didasarkan atas dugaan dan sangkaan yang mengandung dusta;

sebagaimana firman Allah SWT:
إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
(QS. Al An'am [6]:116)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Atau adakah Kami memberikan sebuah Kitab kepada mereka sebelumnya) sebelum Alquran yang di dalamnya terdapat anjuran untuk menyembah selain Allah (lalu mereka berpegang dengan kitab itu?) hal tersebut tentu saja tidak akan terjadi.
««•»»
Or have We brought them a scripture before, that is, [before] the Qur’ān, that they should worship other than God, so that they are holding fast to it? In other words, this never happened.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 20]•[AYAT 22]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:21

Kamis, 21 Mei 2015

[043] Az Zukhruf Ayat 020

««•»»
Surah Az Zukhruf 20

وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ مَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
««•»»
waqaaluu law syaa-a alrrahmaanu maa 'abadnaahum maa lahum bidzaalika min 'ilmin in hum illaa yakhrushuuna
««•»»
Dan mereka berkata: "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)". Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.
««•»»
They say, ‘Had the All-beneficent wished, we would not have worshipped them.’{1] They do not have any knowledge of that, and they do nothing but surmise.
{1] That is, the gods worshiped by the polytheists. Cf. 16:35.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT, menunjukkan lagi satu perbuatan sesat dari orang-orang musyrik. Mereka berkata dengan nada mengejek, "Sekiranya Allah yang Maha Pemurah menghendaki, niscayalah kami tidak menyembah malaikat itu. Seakan-akan mereka itu menyembah malaikat adalah karena kehendak Allah.

Allah SWT berfirman:
سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا
Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak kami tidak mempersekutukan-Nya".
(QS. Al An'am [6]:148)

Pendirian mereka itu sangat keliru dan sesat karena Allah SWT tidak pernah merestui suatu penyembahan terhadap sesuatu selain Dia, tetapi Dia hanya memerintahkan agar manusia hanya menyembah kepada-Nya,

sebagaimana firman-Nya:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah tagut (yaitu setan dan apa yang disembah selain dia Allah SWT).
(QS. An Nahl [16]:36)

dan firman-Nya:
وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ
Dan tanyakanlah kepada Rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah yang Maha Pemurah?
(QS. Az Zukhruf [3]:45)

Allah SWT menutup ayat 20 ini dengan satu ketegasan, menolak ucapan orang-orang musyrik itu, bahwa mereka itu tidak tahu sama sekali keadaan yang sebenarnya dan tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun mengenai hal itu. Apa yang dikatakan mereka itu hanya dugaan belaka dan tidak berdasarkan hak dan kebenaran.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka berkata, "Jika Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka") tidak menyembah malaikat; maka ibadah atau penyembahan kami kepada mereka berdasarkan kehendak dari-Nya, Dia rela kami melakukan hal itu. Lalu Allah berfirman, "(Tiadalah bagi mereka tentang hal itu) yakni dugaan mereka yang mengatakan bahwa Allah rela mereka menyembah malaikat (suatu pengetahuan pun, tidak lain) tiada lain (mereka hanya menduga-duga belaka) hanya berdusta belaka tentang itu, karenanya mereka harus menerima siksaan.
««•»»
And they say, ‘Had the Compassionate One [so] willed, we would not have worshipped them’, the angels: therefore our worship of them happens by His will and so He must be satisfied with it. God, exalted be He, says: They do not have any knowledge of that, which is said of His being satisfied with the worship of these [angels]; and they are only surmising, inventing lies in this [respect] and so punishment will befall them as a result thereof.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 19]•[AYAT 21]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:20

[043] Az Zukhruf Ayat 019

««•»»
Surah Az Zukhruf 19

وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَنِ إِنَاثًا أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ
««•»»
waja'aluu almalaa-ikata alladziina hum 'ibaadu alrrahmaani inaatsan asyahiduu khalqahum satuktabu syahaadatuhum wayus-aluuna
««•»»
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.
««•»»
And they have made the angels —who are servants of the All-beneficent— females. Were they witness to their creation? Their testimony will be written down and they shall be questioned.
««•»»

Dengan ayat ini, orang-orang musyrik telah berbuat tiga kesalahan besar yang menunjukkan kekafiran mereka itu. Pertama, dikatakannya bahwa Allah mempunyai anak; kedua, anak-anak Allah itu perempuan; dan ketiga, anak-anak Allah itu adalah malaikat, padahal malaikat adalah hamba yang dimuliakan Nya, yang senantiasa menyembah Tuhan siang dan malam, dan tidak pernah menyalahi apa yang diperintahkan kepadanya. Malaikat yang bersifat demikian dikatakannya perempuan. Semua pernyataan mereka itu adalah dosa besar dan kebohongan yang tidak berdasar sama sekali. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu sehingga mereka berani menetapkan yang demikian dan yakin bahwa malaikat itu perempuan?

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman :
أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ (150) أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ (151) وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ(152)
Atau, apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya). Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan Allah beranak. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta,
(Q.S. As Shaffat [37]:150-152)

Ayat 19 ini ditutup dengan satu ancaman kepada orang-orang musyrik bahwa apa yang mereka katakan mengenai malaikat, semuanya itu akan dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban mereka di akhirat kelak.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan) apakah mereka hadir menyaksikan (penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka) yang menyatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah orang-orang perempuan (dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban) di akhirat kelak tentang perkataan itu, karenanya mereka akan menerima siksaan yang pedih.
««•»»
And they have made the angels, who are themselves servants of the Compassionate One, females. Did they witness, were they present at, their creation? Their testimony, to the effect that they are females, will be written down and they will be questioned, about it in the Hereafter, wherefore punishment will ensue for them.


««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ibnu Mundzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Qatadah yang mengatakan bahwa ada segolongan orang-orang munafik yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah kawin dengan jin, maka lahirlah dari hubungan ini malaikat-malaikat." Allah menurunkan firman-Nya berkenaan dengan perkataan mereka yang tidak senonoh itu, "Dan orang-orang musyrik itu menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan."
(QS. Az Zukhruf [43]:19).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 18]•[AYAT 20]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:19

[043] Az Zukhruf Ayat 018

««•»»
Surah Az Zukhruf 18

أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ
««•»»
awaman yunasysyau fii alhilyati wahuwa fii alkhishaami ghayru mubiinin
««•»»
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran {1353}.
{1353} Ayat ini menggambarkan Keadaan wanita Arab waktu Al Quran diturunkan.
««•»»
‘What! One who is brought up amid ornaments and is inconspicuous in contests?’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT membantah dan menolak pendapat orang-orang musyrik bahwa Allah itu mempunyai anak perempuan sedangkan mereka mempunyai anak laki-laki. Bantahan itu ialah: "Apakah orang yang dilahirkan dan dibesarkan untuk berhias dan bila ia dalam bertukar pikiran dan berdiskusi tidak sanggup mengemukakan hujah yang kuat, karena dia lebih terpengaruh oleh perasaan daripada mempergunakan akal dan pikiran, adakah orang seperti ini patut dilakukan menjadi anak Tuhan?

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apakah patut) Hamzah atau kata tanya di sini mengandung pengertian ingkar, sedangkan Wawu `Athafnya menunjukkan `Athaf jumlah kepada jumlah yang lain. Maksudnya, apakah patut mereka menjadikan bagi Allah (orang yang dibesarkan dalam perhiasan) maksudnya selalu berhias diri (sedangkan dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran) tidak pernah menang di dalam adu argumentasi karena kelemahan akalnya sebagai perempuan.
««•»»
What! (a-wa contains both the hamza of denial and the conjunctive waw, ‘and’, in other words, ‘do they ascribe to God …’) one that is brought up amid trinkets, ornaments, and is incoherent in a dispute?, [unable] to argue clearly because of an [inherent] inability [in this respect] as a result of [that person belonging to] the female sex.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 17]•[AYAT 19]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:18