Kamis, 23 April 2015

[043] Az Zukhruf Ayat 016

««•»»
Surah Az Zukhruf 16

أَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍ وَأَصْفَاكُمْ بِالْبَنِينَ
««•»»
ami ittakhadza mimmaa yakhluqu banaatin wa-ashfaakum bialbaniina
««•»»
Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki.
««•»»
Did He adopt daughters from what He creates while He preferred you with sons?
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT membuka tabir kesesatan orang-orang musyrik dan kebatilan ucapan mereka. Apakah masuk akal bahwa Allah memiliki sesuatu untuk diri-Nya yang lebih buruk (menurut anggapan mereka) sedangkan untuk yang lain memilihkan yang baik dan memilih untuk diri-Nya anak perempuan, sedangkan untuk orang lain anak laki-laki?

Firman Allah SWT:
أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَى (21) تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى (22)
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
(QS. An Najm [53]:21-22)

dan firman-Nya:
أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ (153) مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ (154) أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (155)
Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan? Maka apakah kamu tidak memikirkan?
(QS. Ash Shaaffat [37]:153-155)

dan firman-Nya 1agi:
لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لَاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih, apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah ditetapkan Nya, Maha Suci Allah. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(QS. Az Zumar [39]:4)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Patutkah) lafal Am di sini bermakna Istifham Inkari, sedangkan lafal Al Qaulu diperkirakan keberadaannya sesudah itu, yakni Ataquluna: Apakah kalian patut mengatakan (Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya) untuk diri-Nya sendiri (dan Dia mengkhususkan buat kalian) memilihkan buat kalian (anak laki-laki) yang hal ini disimpulkan daripada perkataan kalian yang tadi itu; jumlah kalimat ini merupakan kalimat yang diinkari oleh Istifham tadi.
««•»»
Or (am has the significance of the hamza of denial; the ‘saying’ is implied, in other words, a-taqūlūna, ‘[or] do you say that …’) He has adopted, from all that He has created, daughters, for Himself, and preferred you, privileged you, with sons? — that which is the necessary inference from what you claim and which by itself is an abomination.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:16

[043] Az Zukhruf Ayat 015

««•»»
Surah Az Zukhruf 15

وَجَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبَادِهِ جُزْءًا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَكَفُورٌ مُبِينٌ
««•»»
waja'aluu lahu min 'ibaadihi juz-an inna al-insaana lakafuurun mubiinun
««•»»
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya {1350}. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
{1350} Maksudnya orang musyrikin mengatakan bahwa malaikat- Malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah Padahal Malaikat itu sebahagian dari makhluk ciptaan-Nya.
««•»»
They ascribe to Him offspring[1] from among His servants! Man is indeed a manifest ingrate.
[1] Lit.: ‘They assign to Him a portion from among His servants.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sekalipun orang-orang musyrik itu mengakui bahwa Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi, namun di samping itu mereka pun menetapkan bahwa Allah itu mempunyai anak dan malaikat itu adalah anak perempuan-Nya.

Mereka mengatakan, Allah tidak azali seperti makhluk, sama-sama mempunyai anak, malah merendahkan-Nya karena Allah dikatakan mempunyai anak perempuan, dan mereka mempunyai anak laki-laki. Orang-orang Arab pada Waktu itu menganggap orang-orang yang mempunyai anak-anak perempuan itu hina. Jadi, tidak heran kalau ayat itu ditutup dengan satu ketegasan bahwa manusia itu benar-benar pengingkar nikmat Tuhan, yang telah dikaruniakan kepada mereka,

sebagaimana firman Allah SWT:
وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَكَفُورٌ
Sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat
(QS. Al Hajj [22]:66)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian daripada-Nya) karena mereka telah mengatakan, bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Dikatakan Juz`an atau bagian, karena anak itu adalah bagian dari orang tuanya; padahal hakikatnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba Allah swt. (Sesungguhnya manusia) yang telah mengatakan perkataan tadi (benar-benar pengingkar yang nyata) yang jelas dan nyata kekafirannya.
««•»»
And they assign to Him from among His own servants a part, when they say that the angels are God’s daughters — for a child is a part of its parent — even though the angels are [like them] servants of His, exalted be He. Man, [such as the one] who says the above-mentioned [words], is verily a manifest ingrate, one whose ungratefulness is manifest and clear.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:15

[043] Az Zukhruf Ayat 014

««•»»
Surah Az Zukhruf 14

وَإِنّا إِلىٰ رَبِّنا لَمُنقَلِبونَ
««•»»
wa-innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuuna
««•»»
Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami".
««•»»
Indeed we shall return to our Lord.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apabila manusia itu berada di atas punggung binatang, perahu, kapal, kereta api, kapal terbang dan lain-lain hendaklah mengenang nikmat yang telah dikaruniakan Allah swt kepada mereka, hendaklah mengagungkan Allah dan menyucikan-Nya dari sifat sifat yang tidak layak yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya,

dan hendaklah mereka membaca ayat ini sebagai doa.
لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(QS. Az Zukhruf [43]:13-14)

Andaikata Allah SWT tidak menundukkan semua itu dengan ilmu yang dianugerahkan-Nya tentu manusia tidak dapat melakukannya, karena yang demikian itu di luar kemampuan mereka.

Bacaan doa itu mengingatkan manusia supaya selalu bersiap-siap menghadapi hari pembalasan di mana seluruh manusia akan menghadapi dan mengalaminya dan jangan lalai mengingat Allah, baik di waktu bepergian atau tidak, maupun di waktu berlayar atau tinggal di kampung halaman. Sehubungan dengan tafsir di atas, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Hakim dan Ibnu Mardawaih dan Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw apabila bepergian dan berkendaraan mengucapkan tiga kali dan membaca doa tersebut di atas.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami") kami akan dikembalikan kepada-Nya.
««•»»
And indeed it is to our Lord that we shall return’, [to Him that] we shall depart.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:14

[043] Az Zukhruf Ayat 013

««•»»
Surah Az Zukhruf 13

لِتَستَووا عَلىٰ ظُهورِهِ ثُمَّ تَذكُروا نِعمَةَ رَبِّكُم إِذَا استَوَيتُم عَلَيهِ وَتَقولوا سُبحانَ الَّذي سَخَّرَ لَنا هٰذا وَما كُنّا لَهُ مُقرِنينَ
««•»»
litastawuu 'alaa zhuhuurihi tsumma tadzkuruu ni'mata rabbikum idzaa istawaytum 'alayhi wataquuluu subhaana alladzii sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniina
««•»»
Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat ni'mat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
««•»»
that you may sit on their backs, then remember the blessing of your Lord when you are settled on them, and say, ‘Immaculate is He who has disposed this for us, and we [by ourselves] were no match for it.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apabila manusia itu berada di atas punggung binatang, perahu, kapal, kereta api, kapal terbang dan lain-lain hendaklah mengenang nikmat yang telah dikaruniakan Allah swt kepada mereka, hendaklah mengagungkan Allah dan menyucikan-Nya dari sifat sifat yang tidak layak yang dituduhkan orang-orang musyrik kepada-Nya,

dan hendaklah mereka membaca ayat ini sebagai doa.
لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(QS. Az Zukhruf [43]:13-14)

Andaikata Allah SWT tidak menundukkan semua itu dengan ilmu yang dianugerahkan-Nya tentu manusia tidak dapat melakukannya, karena yang demikian itu di luar kemampuan mereka.

Bacaan doa itu mengingatkan manusia supaya selalu bersiap-siap menghadapi hari pembalasan di mana seluruh manusia akan menghadapi dan mengalaminya dan jangan lalai mengingat Allah, baik di waktu bepergian atau tidak, maupun di waktu berlayar atau tinggal di kampung halaman. Sehubungan dengan tafsir di atas, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Hakim dan Ibnu Mardawaih dan Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw apabila bepergian dan berkendaraan mengucapkan tiga kali dan membaca doa tersebut di atas.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Yang menciptakan makhluk yang (Supaya kalian dapat duduk) tetap (di atas punggungnya) Dhamir yang ada pada ayat ini dimudzakkarkan, dan lafal Zhahr dikemukakan dalam bentuk jamak sehingga menjadi Zhuhur; hal ini karena memandang makna yang terkandung di dalam lafal Ma (kemudian kalian ingat nikmat Rabb kalian apabila kalian telah duduk di atasnya dan supaya kalian mengatakan, "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya) tidak dapat menguasainya.
««•»»
that you may sit, that you may find a firm position, upon their backs (He has made the [suffixed] pronoun a masculine plural and rendered zahr, ‘back’, plural because of the particle mā and its [plural] import); and then remember your Lord’s grace when you are settled on them, and say, ‘Glory be to Him Who has disposed this for us, and we [by] ourselves were no match for it, [not] capable [of it].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:13

[043] Az Zukhruf Ayat 012

««•»»
Surah Az Zukhruf 12

وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
««•»»
waalladzii khalaqa al-azwaaja kullahaa waja'ala lakum mina alfulki waal-an'aami maa tarkabuuna
««•»»
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
««•»»
And who created all the kinds[1] and made for you the ships and the cattle such as you ride,
[1] Or, ‘all the pairs.’
««•»»

Salah satu lagi sifat Allah SWT yang disebut dalam ayat ini ialah Dina lah yang menciptakan semua makhluk berpasang-pasangan, laki-laki perempuan, jantan betina, baik dari jenis tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan, buah-buahan, bunga-bungaan dan lain-lain maupun dari jenis hewan dan manusia, dia pula yang menjadikan kendaraan berupa perahu, kapal yang dapat dipergunakan untuk mengangkut keperluan barang dagangan di laut, dan binatang ternak seperti unta, kuda, himar, sapi dan lain-lain yang dapat dipergunakan sebagai alat pengangkutan di darat, dan lain-lain yang dapat menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain baik di darat maupun di laut dengan macam alat perhubungan.

Sesuai dengan firman Allah SWT.
وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal-bagal, dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
(QS. An Nahl [16]:8)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Yang menciptakan makhluk yang berpasang-pasangan) berbagai jenis makhluk berpasang-pasangan (semuanya, dan menjadikan untuk kalian kapal) atau perahu-perahu (dan binatang ternak) misalnya unta (yang kalian tunggangi) di dalam lafal ayat ini dibuang daripadanya Dhamir yang kembali kepada lafal Ma demi untuk meringkas, Dhamir tersebut adalah lafal Fihi maksudnya, yang dapat kalian kendarai.
««•»»
and Who created the pairs, the species, all of them, and made for you ships and cattle, such as camels, on which you ride (the referential pronoun has been omitted here for brevity; it is genitive in the case of the first, that is, fīhi [sc. tarkabūna fīhi, ‘you ride in them’] and accusative in the case of the second [sc. tarkabūnahā, ‘you ride them’]),
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:12

[043] Az Zukhruf Ayat 011

««•»»
Surah Az Zukhruf 11

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ تُخْرَجُونَ
««•»»
waalladzii nazzala mina alssamaa-i maa-an biqadarin fa-ansyarnaa bihi baldatan maytan kadzaalika tukhrajuuna
««•»»
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
««•»»
and who sent down water from the sky in a measured manner, and We revived with it a dead country. (Likewise you [too] shall be raised [from the dead].)
««•»»

Allah SWT, menerangkan dalam ayat ini bahwa Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit sesuai dengan keperluan untuk menghidup suburkan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan.

Dia menurunkan hujan tidak lebih dari yang diperlukan sehingga melimpah-limpah melampaui batas dan akhirnya menjadi bala bencana, seperti halnya air bah yang merusak dan membinasakan, dan tidak pula terlalu sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan untuk kesuburan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang menyebabkan kering dan layu, dan mengakibatkan timbulnya bencana kelaparan yang menimpa makhluk Allah di mana-mana.

Dengan turunnya hujan dari langit itu sesuai dengan kadar yang diperlukan, maka hidup dan makmurlah negeri yang telah mati yang tak mempunyai tanam-tanaman dan pohon pohonan.

Sebagaimana Allah SWT kuasa menghidupkan negeri yang telah mati itu, begitu pula Dia kuasa menghidupkan dan mengeluarkan orang-orang mati itu dari kubur mereka dalam keadaan hidup,

sebagaimana firman Allah SWT:
وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا
Dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
(QS. Ar Ruum [30]:24)

Dan firman-Nya:
وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا كَذَلِكَ النُّشُورُ
Artinya:
Dan Kami halau awan itu ke satu negeri yang mati lalu Kami hidupkan setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu."
(QS. Faathir [35]:9)

Dan firman-Nya pula:
أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى
Bukanlah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al Qiyamah [75]:40).

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar) yang diperlukan oleh kalian, dan Dia tidak menurunkannya dalam bentuk hujan yang sangat besar yang disertai dengan angin topan (lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah) sebagaimana cara menghidupkan itulah (kalian akan dikeluarkan) dari dalam kubur kalian lalu kalian menjadi hidup kembali.
««•»»
and Who sent down water from the heaven in measure, that is to say, in the measure that you require thereof and did not send it down in a deluge, and We revived with it a dead land. Thus — like this revivification — will you be brought forth, from your graves, alive;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:11

[043] Az Zukhruf Ayat 010

««•»»
Surah Az Zukhruf 10

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
««•»»
alladzii ja'ala lakumu al-ardha mahdan waja'ala lakum fiihaa subulan la'allakum tahtaduuna
««•»»
Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.
««•»»
He, who made the earth a cradle for you and made in it ways for you, so that you may be guided [to your destinations],
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan dan menyiapkannya bagi makhluk-Nya untuk tempat mereka menetap, berpijak dan mengayunkan kaki, diperlengkapi dengan jalan-jalan agar mereka dapat berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain baik yang dekat maupun yang jauh untuk kepentingan hidup dan penghidupan, kepentingan ekonomi dan perdagangan, dan lain-lain.

Sejalan dengan ayat ini firman Allah SWT:
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan.
(QS. An Naba [78]:6)

dan firman-Nya:
وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk.
(QS. Al Anbiya [21]:31)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang menjadikan bumi untuk kalian sebagai tempat menetap) sebagai hamparan yang mirip dengan ayunan bayi (dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kalian) dilalui (supaya kalian mendapat petunjuk) untuk mencapai tujuan-tujuan di dalam perjalanan kalian
««•»»
He Who made the earth a cradle for you, a flat resting-place, like a child’s cradle, and placed for you therein ways, routes, that perhaps you may be guided, to your destinations during your travels;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:10

[043] Az Zukhruf Ayat 009

««•»»
Surah Az Zukhruf 9

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ
««•»»
wala-in sa-altahum man khalaqa alssamaawaati waal-ardha layaquulunna khalaqahunna al'aziizu al'aliimu
««•»»
Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".
««•»»
If you ask them, ‘Who created the heavens and the earth?’ they will surely say, ‘The All-mighty, the All-knowing created them.’
««•»»

Ayat ini ditujukan Allah SWT kepada Rasul-Nya bahwa apabila dia bertanya kepada orang-orang musyrik kaumnya, siapakah yang menjadikan alam semesta seperti langit, bumi dan lainnya, mereka dengan tandas menjawab, bahwa semuanya itu diciptakan oleh Allah, Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui segalanya, tidak sata pun yang tersembunyi bagi Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.
(QS. Ali Imran [3]:5)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sungguh jika) huruf Lam di sini bermakna Qasam (kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka akan menjawab,) dari lafal Layaquulunna terbuang Nun alamat Rafa`nya, karena jika masih ada, maka akan terjadilah huruf Nun yang berturut-turut, dan hal ini dinilai jelek oleh orang-orang Arab. Sebagaimana dibuang pula daripadanya Wawu Dhamir jamak, tetapi `Illatnya bukan karena bertemunya dua huruf yang disukunkan ("Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui") jawaban terakhir mereka adalah, "Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahuilah yang menciptakan kesemuanya itu." Selanjutnya Allah swt. menambahkan:
««•»»
And if (wa-la-in: the lām is for oaths) you ask them, ‘Who created the heavens and the earth?’ they will surely say (the indicative nūn has been omitted because of the other nūn coming after it, and likewise the wāw [replaced by the damma in -lunna], because of two unvowelled consonants coming together), ‘The Mighty, the Knower created them’ — [this would have to be] their eventual response, that is to say, God [created them], Lord of Might and Knowledge. God, exalted be He, adds:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:9

[043] Az Zukhruf Ayat 008

««•»»
Surah Az Zukhruf 8

فَأَهْلَكْنَا أَشَدَّ مِنْهُمْ بَطْشًا وَمَضَى مَثَلُ الْأَوَّلِينَ
««•»»
fa-ahlaknaa asyadda minhum bathsyan wamadaa matsalu al-awwaliina
««•»»
Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al Qur'an) perumpamaan umat-umat masa dahulu.
««•»»
So We destroyed those who were stronger than these, [1] and the example of the ancients has passed.
 [1] That is, the Arab polytheists.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa dia menghancur binasakan orang-orang yang mendustakan Rasul-rasul dan mereka itu tak dapat mengelak dan menghindar apabila bencana itu datang, padahal mereka jauh lebih kuat dan perkasa dibandingkan dengan kaum Nabi Muhammad saw. Yang demikian itu hendaknya menjadi perhatian umat Muhammad.

Sejalan dengan ini firman Allah SWT:
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ
Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan lebih banyak bekas-bekas mereka di muka bumi?
(QS. Al Mu'min [40]:82)

Ayat ini ditutup dengan satu peringatan kepada umat Muhammad bahwa sunah atau ketentuan Allah yang berlaku pada umat yang mendustakan Rasul, kiranya menjadi pelajaran karena kalau tidak, maka tidak mustahil mereka itu akan ditimpa bencana sebagaimana halnya umat yang terdahulu itu.

Firman Allah SWT:
فَجَعَلْنَاهُمْ سَلَفًا وَمَثَلًا لِلْآخِرِينَ
Dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.
(QS. Az Zukhruf [43]:56)

Dan firman Nya:
سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ
Itulah sunah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba Nya
(QS. Al Mu'min [40]:85)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih hebat daripada mereka) daripada kaummu (kekuatannya) maksudnya daya dan kekuatan mereka lebih kuat daripada kaummu (dan telah terdahulu) telah disebutkan di dalam ayat-ayat yang lain (perumpamaan umat-umat yang terdahulu) yaitu mengenai dibinasakannya mereka, maka akibat yang akan dialami oleh kaummu sama saja.
««•»»
So We destroyed those who were mightier than them — than your people — in prowess, strength, and [already] there passed, there has been mentioned in previous verses, the example of the ancients, the description of how they were destroyed, and thus the sequel for your people will be the same.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of89
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=43&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#43:8